Namecheap mengalami dua kali gangguan layanan hosting dalam kurun waktu 13 hari pada Agustus 2026. Gangguan pertama mengganggu beberapa layanan utama setelah terjadi kegagalan sistem pendingin pusat data. Gangguan kedua memengaruhi 78 server shared hosting, meskipun Namecheap belum mengungkapkan penyebabnya.
Insiden-insiden tersebut berbeda dalam skala dan penyebabnya. Namun, waktu kejadian yang berdekatan menimbulkan pertanyaan tentang redundansi infrastruktur dan seberapa banyak informasi operasional yang diterima pelanggan hosting setelah terjadi gangguan.
Apa yang Terjadi Selama Dua Kali Gangguan Namecheap?
Insiden #1 – 13 Agustus 2026
Pemadaman pertama Namecheap dimulai pada tanggal 13 Agustus di pusat data RadiusDC di Phoenix. Badai besar menyebabkan sistem pendingin fasilitas tersebut gagal, sehingga suhu di sekitar peralatan Namecheap melonjak ke tingkat kritis.
RadiusDC menginstruksikan Namecheap untuk mematikan infrastruktur yang terdampak guna mencegah kerusakan perangkat keras. Gangguan tersebut berdampak pada Namecheap.com, shared hosting, VPS hosting, dedicated server, EasyWP, Private Email, manajemen DNS, operasi penagihan, dan dukungan pelanggan.
Namecheap mengklarifikasi bahwa catatan DNS yang ada tetap berfungsi. Namun, pelanggan tidak dapat mengelola pengaturan DNS mereka selama insiden tersebut. Beberapa situs web menjadi tidak tersedia atau menampilkan kesalahan, sementara pelanggan email yang terdampak tidak dapat mengirim atau langsung menerima pesan.
Namecheap memulihkan layanan secara bertahap setelah pendingin sementara menurunkan suhu fasilitas. Perusahaan kemudian mengatakan akan menambah redundansi di seluruh pusat datanya di Amerika Serikat, Eropa, dan Asia. Penyedia layanan tersebut juga mengoreksi laporan sebelumnya yang secara keliru menghubungkan insiden tersebut dengan phoenixNAP.
Insiden #1 – 26 Agustus 2026
Insiden kedua terjadi pada tanggal 26 Agustus. Pembaruan status Namecheap mencantumkan 78 server hosting bersama yang terpengaruh di seluruh grup server Bisnis, Premium, dan reguler mereka.
Laporan status dibuka pada pukul 20:25 UTC. Namecheap melaporkan server kembali beroperasi pada pukul 21:10 UTC dan menandai insiden tersebut telah teratasi pada pukul 22:45 UTC. Oleh karena itu, insiden tersebut tetap terbuka selama dua jam dan 20 menit, meskipun gangguan sebenarnya mungkin telah dimulai lebih awal. Namecheap tidak mempublikasikan penyebabnya dalam pembaruan status.
Apakah Kedua Gangguan Namecheap Saling Terkait?
Saat ini belum ada bukti yang menghubungkan kedua gangguan Namecheap tersebut. Insiden tanggal 13 Agustus berasal dari kegagalan pendinginan yang terdokumentasi, sementara insiden tanggal 26 Agustus memengaruhi kelompok server bersama yang lebih terbatas.
Namecheap belum mengidentifikasi pusat data, komponen perangkat keras, masalah jaringan, atau kesalahan perangkat lunak yang menjadi penyebab pemadaman kedua. Oleh karena itu, pelanggan sebaiknya menghindari asumsi bahwa kedua insiden tersebut memiliki penyebab yang sama.
Penjelasan yang hilang tetap penting. Halaman status memberi tahu pelanggan ketika layanan gagal, tetapi laporan pasca-insiden menjelaskan apakah penyedia telah mengidentifikasi dan memperbaiki risiko yang mendasarinya.
Pelajaran Apa yang Harus Dipetik Pelanggan Hosting dari Insiden-Insiden Ini?
Pelanggan web hosting harus menganggap uptime sebagai bagian dari rencana keberlanjutan yang lebih luas. Situs web, sistem email, layanan DNS, dan portal dukungan dapat bergantung pada infrastruktur yang saling tumpang tindih meskipun tampak sebagai produk terpisah.
Situs web bisnis harus menyimpan cadangan independen di luar. akun hosting web merekaSitus bernilai tinggi juga dapat memisahkan DNS otoritatif ke Email Bisnis dari penyedia web hosting mereka. Hal ini mengurangi kemungkinan bahwa satu insiden dari penyedia layanan akan menghapus semua saluran pemulihan dan komunikasi sekaligus.
Dua insiden tidak membuktikan keandalan Namecheap dalam jangka panjang. Namun, gangguan pada bulan Agustus memberi pelanggan alasan yang sah untuk memantau riwayat status Namecheap, peningkatan redundansi yang dijanjikan, dan temuan rinci pasca-insiden yang akan dipublikasikan selanjutnya.
Tentang Namecheap
Namecheap adalah registrar domain dan penyedia web hosting yang terakreditasi ICANN, didirikan pada tahun 2000. Perusahaan ini mengelola lebih dari 24 juta domain dan menyediakan layanan shared hosting dan managed hosting. WordPressLayanan reseller, VPS, dedicated server, email, DNS, dan keamanan website untuk pelanggan di seluruh dunia.
Pelajari lebih lanjut tentang hosting Namecheap dalam ulasan kami.